Dear pelanggan yang setia,
Pada kesempatan kali ini Bible Bites akan membahas perihal “Poligami” dan apakah praktek “Poligami” dibenarkan oleh Allah atau tidak.? Banyak orang yang berpendapat salah dengan mengatakan bahwa Allah mengijinkan perihal poligami di dalam kitab Perjanjian Lama, yang mana sesungguhnya pendapat itu sangatlah sesat dan tidak benar. Allah tidak pernah mengijinkan perihal “POLIGOMI” di dalam kitab perjanjian Lama, Ia melarang “POLIGAMI” dan menghukum mereka yang melakukannya. Memanglah benar bahwa terdapat catatan tentang kehidupan poligami didalam kitab Perjanjian Lama, tetapi hal tersebut bukanlah suatu bukti catatan sejarah di dalam Alkitab yang bisa dijadikan suatu kesimpulan bahwa Allah mengijinkan poligami di dalam kitab Perjanjian Lama. Satu hal yang perlu kita ingat selalu adalah bahwa Allah tidak pernah mengijinkan kehidupan POLIGAMI, Ia tidak pernah membuat suatu ketetapan yang mengijinkan seorang pria untuk memperistri banyak wanita. Karenanya Allah benar – benar melarang poligami, bahkan bagi para raja Israel sekalipun. Dan larangan terhadap kehidupan poligami ini Ia nyatakan di dalam hukum yang tertulis yang dapat kita baca dengan jelas sampai saat ini. Mungkin orang berpikiran bahwa Abraham adalah seorang poligami, tetapi sesungguhnya Abraham bukanlah seorang poligami. Ketika Sarah, istrinya, masih hidup, Abraham tidak pernah menikahi wanita lain. Abraham memang memiliki anak haram dari Hagar, tetapi hal itu bukanlah suatu perbuatan yang terpuji. Perbuatan Abraham tersebut dipandang oleh Allah sebagai suatu perbuatan cabul yang pernah dilakukan oleh Abraham di dalam hidupnya. Ishak hanyalah memiliki satu istri Ishak bukanlah seorang poligami, tidak satu bacaan Alkitab pun yang menceritakan istri Ishak kecuali Ribka. Dan juga tidak terdapat satu bacaan Alkitab pun yang menyatakan gundik atau tindakan cabul yang diperbuat oleh Ishak. Sesungguhnya di dalam Wasiat Lama kita dapat menemukan suatu perumpamaan yang sangat nyata tentang Allah Bapa, Kristus dan jemaatNya. Sebenarnya Abraham adalah merupakan perumpamaan dari Allah Bapa, semenjak Abraham di dalam keberadaannya sebagai manusia disebut sebagai bapa orang beriman. Sedangkan dalam keberadaan yang sama pula Ishak diperumpamakan sebagai Kristus, anak Allah dan Ribka yang adalah istri Ishak diperumpamakan sebagai jemaat yang akan menikahi Kristus. Pada saat Ribka dijadikan calon mempelai bagi Ishak, ia sudah mencintai Ishak dengan sungguh – sungguh padahal pada saat itu ia masih belum melihat Ishak karena Ishak masih berada di tanah yang jauh / Kanaan. (Kejadian 24). Yakub hanya memiliki satu istri setelah ia bertobat Nama “Yakub” memiliki makna “Supplanter” dan adalah kehendak Allah jika Yakub menerima hak lahiriah dan bukannya saudaranya, Esau. Di dalam masa mudanya Yakub tidak menggantungkan hidupnya kepada Allah, ia melakukan segalanya bedasarkan pikirannya sendiri yang banyak kali dipengaruhi oleh ibunya. Tanpa menunggu Allah, Yakub mencuri hak lahiriah / sulung yang memang haknya dari Esau. Ia pun menipu ayahnya, Ishak, agar ia menerima berkat Ishak dengan penumpangan tangan. Dan karena hal – hal yang telah ia lakukan itulah maka ayah mertuanya, Laban, menipu Yakub. Laban menolak memberikan istri yang sudah dijanjikannya kepada Yakub yang tidak lain adalah Rahel. Pada saat itu Laban menggantikan Rahel dengan Lea yang adalah kakak perempuan Rahel, jadi Lea diberikan kepada Yakub dengan penipuan. Sebenarnya berdasarkan hukum Allah, Yakub dapat diperhitungkan sebagai seseorang yang memang bukan suami Lea jika pada saat itu Yakub menolak Lea dan tidak menerimanya sebagai istrinya. Hal ini dapat dilakukan Allah semenjak perihal hubungan Yakub dan Lea adalah sebuah kasus penipuan yang dilakukan oleh Laban. Allah memang tidak akan memberkati hubungan Yakub dan Lea sebagai satu daging karena mereka dipersatukan dengan penipuan. Tetapi semenjak Yakub kemudian juga menganggap Lea sebagai istrinya, maka Lea lah kemudian yang diperhitungkan oleh Allah sebagai istri sah satu – satunya bagi Yakub dan bukannya Rahel walaupun Rahel sesungguhnya adalah pilihan Yakub. Dan karenanya Lea dibiarkan hidup oleh Allah, karena di mata Allah Lealah yang memang istri sah bagi Yakub.
Kejadian 29:18-27
18. Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.” 19 Sahut Laban: “Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku.” 20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. 21 Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: “Berikanlah kepadakubakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia.”22 Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan. 23 Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakubpun menghampiri dia. 24 Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya. 25 Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: “Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk pendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?” 26 Jawab Laban: “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.27 Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi.”Jika kita telusuri lebih dalam maka kita akan mendapati suatu fakta yang menarik yaitu bahwa pada saat itu, ketika Yakub melakukan kehidupan poligami, ia belumlah bertobat. Pada sat itu Yakub berpegang kepada pengertiannya sendiri, ia tidak mencari hikmat Allah atau mematuhiNya. Yakub melakukan apa yang ia anggap pantas dan benar bagi dirinya di dalam keegoisannya. Sebelum pertobatannya, Yakub hidup berpoligami dengan Lea dan Rahel serta kedua pembantu pribadi mereka yang mana kemudian kedua pembantu itu juga menurunkan keturunan – keturunan bagi Yakub. Perihal pertobatan Yakub dapat kita baca di dalam Kejadian 32:24-30. Kejadian 32:24-30 24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. 25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. 26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.” 28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” 29 Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. 30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” Setelah Yakub bertobat, ia mengeluarkan segala berhala dari tempat tinggalnya. Kejadian 35:2-4 2Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. 3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” 4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. Allah menampakkan diri kepadaNya dan mengganti namanya menjadi Israel, yang memiliki arti “Yang menang bersama Allah” dan kemudian Allah kembali mengulang janji – janjiNya kepada Yakub. Allah membiarkan Rahel, istri kedua Yakub, meninggal sehingga tinggallah Lea yang adalah benar – benar istri Yakub.
Kejadian 35:19
19Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem. Sekarang mengertilah kita bahwa ketika Yakub bertobat, ia hanya memiliki satu orang istri saja yang memang benar – benar sah bagi dirinya dan tidak lagi ia berpoligami. Ketahuilah bahwa poligami sesungguhnya adalah kebiasaan dunia dan Allah tidak menyenanginya! Kristus hanya akan menikahi sebuah jemaat saja Hubungan pernikahan di dalam jemaat Wasiat Baru adalah sesungguhnya sebuah perlambang dari hubungan yang dimiliki antara Kristus dan Jemaat Allah. Di dunia ini kita dapat menemui banyak jemaat dengan berbagai doktrin keduniawian mereka, mereka semuanya itu menyatakan bahwa diri mereka dengan nama Jemaat Kristiani dan secara kesatuan mereka menyebut dirinya sebagai jemaat yang berasal dari jemaat yang dimulai oleh Kristus. Kalau kita lihat lebih dalam, maka kelihatannya mereka itu percaya, bahwa ketika Kristus kembali ke dunia nanti, yaitu ketika Kristus akan menikahi jemaatNya, Kristus akan melakukan poligami dengan menikahi semua jemaat yang mengaku diri mereka sebagai jemaat Kristiani, sang pengikut Kristus. Jadi dengan kata lain kita dapat melihat bahwa Kristus menikahi ratusan istri dan dalam hal ini mereka SALAH. Sesungguhnya, Yesus Kristus akan menikahi satu jemaat saja, Jemaat Allah yang benar saja, dan mereka lainnya hanyalah akan melihat dari luar.
Wahyu 19:7 7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa salah satu persyaratan bagi seseorang yang akan menjadi seorang pelayan Allah di dalam jemaat Allah adalah harus memiliki satu istri saja, dan sangat tidakdiperbolehkan bagi seorang poligami untuk menjadi pelayan Allah di dalam jemaat Allah.
I Timotius 3:2 2.Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, Jelaslah bahwa seseorang tidaklah akan diperbolehkan untuk menjadi diaken jika ia memiliki istri lebih dari satu orang.
I Timotius 3:12 12. Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Inilah akhir dari pelajaran kita, marilah sekarang kita mencoba untuk memahami dan mencoba menerapkan apa yang baru saja kita pelajari di dalam kahidupan kita sehari – hari dengan benar. Ingatlah : Poligami adalah dosa Allah mengutuk poligami. Poligami adalah percabulan. Sehingga poligami tidak pernah diperbolehkan atau diperintahkan oleh Allah baik masa dahulu (masa wasiat lama), kini ataupun masa yang akan datang.
