Inilah Bible Bites kita kali ini:
Sesungguhnya tahukah anda bahwa “perkiraan” Yesus meninggal pada
hari Jum’at dan bangkit pada hari Minggu tersebut tidak berasal
dari Alkitab? Hal ini berasal langsung dari ajaran berhala yang
diadaptasi oleh kekaisaran Roma ketika ingin melabur ajaran berhala
dengan nama dan ajaran Kristen! Lihatlah apa yang dituliskan oleh
seorang ahli pendidikan sejarah Kristen mengenai bagaimanakah dunia
kekristenan yang didirikan oleh kekaisaran Roma tersebut telah
mengubah bentuk dan rupa kekristenan yang didirikan oleh Yesus dan
para rasulnya. “Kebaktian penyembahan menjadi lebih mewah, tetapi
kehilangan makna rohaninya dibanding dengan masa – masa sebelumnya.
Berbagai macam bentuk upacara berhala secara perlahan mulai masuk ke
dalam ibadah. Beberapa hari raya berhala kuno menjadi hari raya
gereja dengan menggunakan perubahan nama dan tata cara ibadah.
Sekitar tahun 405 Masehi patung – patung santa dan santo serta para
martir mulai muncul dan masuk di
gereja – gereja, yang mana pada mulanya hanya sebagai pengingat
tetapi yang kemudian dihormati dan disembah. Pengagungan terhadap
Perawan Maria menggantikan penyembahan terhadap dewi Venus atau
Diana; Perjamuan Tuhan menjadi suatu korban dan bukannya suatu
pengingat; dan penatua berubah dari seorang pengabar Injil menjadi
seorang pendeta/imam” (Hulburt, Story of the Christian Church,
halaman 79).
Jadi apakah yang sesungguhnya yang menjadi kenyataan dari kematian
dan kebangkitan Yesus? Sekali lagi kita harus melihat Alkitab dan
bukan ajaran berhala!
Ketika para ahli Taurat dan orang Farisi bertanya kepada Yesus
tentang tanda apakah yang akan menyatakan bahwa Ia adalah Mesias yang
sebenarnya, Yesus menjawab, “Angkatan yang jahat dan tidak setia
ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan
tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam
perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan
tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:40).
Jadi dengan jelas tanda yang diberikan oleh Yesus hanyalah “tiga
hari tiga malam” dan itulah sesungguhnya kunci yang akan membawa
kita kepada hari apakah sesungguhnya Yesus meninggal. Namun terlebih
dahulu marilah kita melihat apakah definisi Alkitab tentang satu
“hari”. Alkitab menyatakan bahwa satu “hari” itu terdiri dari
dua masa, masa gelap dan terang. (Kejadian 1:5). Sedangkan satu masa
terdiri dari 12 jam. (Yohanes 11:9). Jadi ketika Yesus mengatakan
bahwa Ia akan ada di dalam perut bumi selama 3 hari dan 3 malam, maka
Ia sesungguhnya mengacu kepada durasi waktu yang sudah jelas, yaitu
sekitar 72 jam (3×12jam masa terang + 3×12jam masa gelap), atau
sekurang – kurangnya 60 jam (jika dihitung dengan perhitungan Onah
rabi Eleazar bin Azariah dengan asumsi 2 Onah/masa terakhir tidak
mencapai 12 jam).
Namun apakah yang dapat kita peroleh dari perhitungan kematian Yesus
menurut apa yang sering dipercaya orang pada saat ini? Yesus
dikatakan meninggal pada hari Jum’at siang dan bangkit pada hari
Minggu pagi sebelum matahari terbit. Jika kita melihat disini, maka
kita hanya menemukan 2 masa gelap (Jum’at dan Sabtu malam) dan 1
masa terang (Sabtu siang) saja, yang artinya Yesus hanya tinggal di
perut bumi sekitar 36 jam yang dengan kata lain tidak memenuhi
kriteria Alkitab. Dengan jelas perhitungan ini adalah SALAH dan SESAT!
Konteks Alkitab menyatakan bahwa Yesus disalibkan pada saat perayaan
Paskah Passover Yahudi di tahun 31 Masehi, dan jika anda melihat
kalendar suci Yahudi, anda akan menemukan bahwa Paskah pada tahun itu
jatuh pada hari Rabu. Jadi Yesus tidak meninggal pada hari Jum’at
tetapi hari Rabu siang menjelang sore, dan bangkit pada hari Sabtu
siang menjelang sore ketika hari Sabat mingguan akan berakhir!
Dengan menggunakan Alkitab anda akan mengetahui dengan benar
perhitungan yang tepat tentang 3 hari dan 3 malam, suatu tanda yang
menyatakan bahwa Ia adalah Mesias dan Juru Selamat yang sesungguhnya!
Perayaan hari yang salah akan menuju kepada penyembahan yang salah
pula. Ingatlah apa yang dikatakan oleh Alkitab anda, “Allah itu Roh
dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan
kebenaran.” (Yohanes 4:23-24).
Hendakkah kita akan meremehkan peringatan Allah ini?
All the best,
HolyBoble27
