Holy Bible | Indonesian Bible Society

May 15, 2009

Pernikahan Berarti Memberi

Filed under: HolyBible — holybible27 @ 9:04 am

Pernikahan Berarti Memberi…

Lebih dari apa yang pernah dilakukan oleh seorang manusia mana pun, Yesus Kristus

telah memberikan contoh yang baik dari kasih Allah dan Ia telah melakukannya dalam

banyak cara yang berbeda. Sedangkan salah satu dari cara terbesar dan sangat nyata yang

Ia lakukan adalah bahwa Ia memberikan hidupNya dengan bersungguh – sungguh dan

mencurahkan darahNya untuk menjadi sang Juru Selamat kita.

Seperti yang telah kita lihat bahwa hubungan antara Kristus dan Jemaat yang

benar sesungguhnya menggambarkan hubungan antara suami dan istri. Setelah melalui

suatu hidup yang memberi dan melayani, diakhir hidupNya Yesus Kristus bahkan

memberikan diriNya sendiri bagi Jemaat. Dan karenanya maka seluruh suami

diperintahkan: “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi

jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia

menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian

Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut

atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami

harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya

mengasihi dirinya sendiri.” (Efesus 5:25-28 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).

Biasanya, masing – masing dari kita secara alami akan berpikir tentang kebutuhan

masing – masing. Kita sering memikirkan keinginan kita sendiri untuk memenuhi apa

yang menyenangkan diri kita. Tetapi semenjak Allah telah membuat kita sebagai “satu

daging” di dalam pernikahan, kita butuh belajar untuk berpikir dengan cara yang telah

Allah berikan, yaitu dengan secara konstan mempertimbangkan kebutuhan – kebutuhan

dan keinginan – keinginan dari pasangan kita dan bagaimanakah memelihara “separuh

dari bagian diri” kita tersebut! Hal ini mencakup berpikir, berencana dan berdisiplin diri.

Hal ini juga termasuk MEMBERIKAN diri sendiri kepada manusia lain. Dan hal ini

adalah arti sesungguhnya dari pernikahan tersebut!

Salah satu dari perkataan Yesus Kristus yang paling penting tidaklah terdapat di

dalam keempat Injil rasul Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, tetapi di dalam

pernyataan rasul Paulus yang ditulis di dalam Kisah Para Rasul: “Dalam segala sesuatu

telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus

membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab

Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

(Kisah Para Rasul 20:35 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Di dalam pernikahan,

adalah lebih “diberkati” untuk memberi karena di dalam banyak kasus “lebih banyak

anda memberi lebih banyak anda mendapat.” Seperti anda benar – benar berusaha untuk

mendorong, untuk melayani, dan untuk memberi, maka anda akan menemukan bahwa pasangan anda akan cenderung membalas. Anda berdua haruslah saling memberi dan

melayani sehingga anda berdua akan disenangkan dan bahkan digembirkan dengan apa

yang diciptakan oleh jaringan kehangatan dan penghargaan ini.

Setiap suami haruslah dengan berhati – hati berpikir tentang bagaimanakah ia

dapat meningkatkan kesenangan dan kepenuhan hidup istrinya. Mungkin ia akan dapat

membantunya dengan cara membantu mencuci piring dan melakukan pekerjaan rumah

pada beberapa kesempatan. Mungkin dialah yang harus bertanggung jawab untuk

menyelesaikan pekerjaan rumah yang cukup berat seperti mengangkat benda – benda

yang berat. Mungkin ia juga dapat memberikan istrinya lebih banyak waktu untuk

beristirahat tidur, lebih banyak berlatih, lebih banyak berekreasi atau berganti irama

kehidupan. Jika keluarga dapat memperoleh hal ini, mungkin seorang suami dapat

mengajak sang istri keluar untuk makan malam satu atau dua kali seminggu, atau sekali

– sekali mengadakan perjalanan “bulan madu” untuk membawa istrinya keluar dari

pekerjaan dan rutinitas hidup sehari – hari. Tentu saja ia dapat memperkaya kehidupan

istrinya dan kehidupannya dengan membawa sang istri ke sebuah konser, museum seni,

kuliah pendidikan dan tempat – tempat berkesan lainnya. Jadi hendaklah seorang suami

mencari cara yang tepat untuk “memberi” istrinya.

Sebaliknya, seorang istri harus juga sering berpikir tentang bagaimanakah ia dapat

memperkaya kebahagiaan suaminya dan keadaan kehidupan jasmani, emosi dan

intelektual suaminya. Mungkin seorang istri dapat tidur sejenak di siang hari atau setelah

datang dari kerja, atau mandi sejenak dan berganti pakaian sehingga dia kelihatan dan

merasa segar dan cantik di setiap sore hari sama seperti yang ia lakukan ketika ia masih

berpacaran dengan suaminya. Ia dapat mendorong suaminya untuk membagikan pendapat

– pendapatnya tentang hal – hal yang sedang terjadi atau tentang – tentang hal – hal

rohani. Di dalam banyak cara sesungguhnya seorang istri dapat menanggapi dengan baik

ketertarikan suaminya, dan berusaha membuatnya merasa “berbahagia/bangga” atas

kemampuan dan dirinya dan benar – benar merasa berbahagia karena telah menikahi

seorang istri yang sangat mencintainya.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa pernikahan haruslah mencapai proporsi

50-50/fifty-fifty dimana anda melakukan setengah jalan dan pasangan anda melakukan

yang setengahnya. Tetapi siapakah yang akan melakukan setengah jalan lagi jika anda

tidak setuju dengan pasangan anda? Jawabannya adalah cinta sejati, yang mana hal ini

berarti memberikan tanpa mengharapkan apapun sebagai balasan – memberi secara

seratus persen dan tidak mengharapkan suatu balasan yang anda “harapkan” untuk

didapat.

Kristus berbicara tentang prinsip ini dengan mengatakan bahwa kita hendaklah

berjalan lebih jauh ketika Ia mengatakan: “Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan

sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil” (Matius 5:41 Alkitab

Terjemahan Baru © 1974 LAI). Ya, bahkan jika anda secara manusiawi tidak merasa

senang untuk melakukannya, jalanlah lebih jauh dan lakukanlah hal tersebut bagi

pasangan anda. Allah akan menambahkan apa yang anda rasa kurang di dalam diri anda.

Mintalah kepada Allah untuk membantu anda memberi perhatian, cinta dan rasa hormat

yang lebih kepada pasangan anda dan dengan berjalannya waktu anda akan diberkati

dengan upah dan keuntungan dari keadaan pernikahan yang membaik.

Jadi pikirkanlah tentang jalan/cara apakah yang apakah yang dapat anda

berikan kepada pasangan anda. Beberapa hadiah atau kata – kata penghargaan yang tidakterlalu bertele – tele akan membuat keadaan berbeda. Suatu pelukan atau ciuman yang

spontan yang hanya membutuhkan suatu usaha kecil dari anda dapat memiliki arti

sebagai pemberian yang sangat besar di mata pasangan anda. Suatu pertanyaan

sederhana: “bagaimana harimu?” yang anda ajukan dapat menjadi suatu pemberian

selamat datang yang menandakan perhatian anda kepada pasangan anda, juga

memberikan suatu kesempatan untuk berbagi pikiran dan perasaan yang pribadi.

Saya mengetahui sepasang suami istri yang sibuk tetapi yang bagaimana pun juga

masih menyempatkan waktu untuk saling menunjukkan cinta dan perhatian kepada

masing – masingnya. Di suatu sore, sementara sang istri sedang mempersiapkan makan

malam, ia bertanya kepada suaminya: “Apa ada yang lain yang engkau perlukan?”

Suaminya tersenyum dan berkata: “Saya butuh cintamu”. Ia tersenyum, mendorong kursi

sehingga akhirnya sang istrinya jatuh dipangkuannya. Kemudian mereka berpelukan dan

berciuman. Inilah spontanitas yang indah, keinginan untuk saling memberi satu dengan

lainnya, dan membantu untuk menciptakan situasi cinta dan damai.

Memang tidak perlu selalu menekankan keromantisan dan keidealisan, tetapi yang

harus diketahui adalah bahwa siang dan malam, tahun demi tahun, pasangan yang

berbahagia akan berjuang untuk saling “memberi” antara satu dengan lainnya. Masing –

masingnya akan berusaha untuk membantu pasangannya mencapai potensinya sebagai

manusia secara penuh seperti yang diinginkan oleh Allah di dalam cara apapun untuk

memungkinnya terjadi. Karena kita tidak akan “memiliki“ sebuah pernikahan yang

berbahagia jikalau kita tidak belajar untuk memberi/menciptakan sebuah pernikahan yang

berbahagia!

All the best,

Next Page »

Blog at WordPress.com.